Nostalgila: Nyaaa? Nyaaa~ Nyaaa?!

Nyaaaa~

Mungkin dalam bahasa benarnya, suara kucing itu "meong" tapi, karena "nyaa" kedengerannya lebih lucu (dan hemat hurup) gw memutuskan memakai Nyaa. Kenapa? Karena post ini berhubungan dengan kucing. Ya, kucing. Bahasa Inggrisnya Cat. Bahasa Jepangnya Neko. Bahasa Italianya Gatto. Gak percaya? Saya menggunakan sumber entah-bisa-dipercaya-atau tidak (baca: Google Translate).

Oke, back to the story. Gw punya kenangan manis (dan pahit) yang berhubungan dengan mahkluk imut nan lucu itu. Yang pertama...

Sebelum itu, saya mau jujur terlebih dahulu. Dulu gw takut kucing. Ya, DULU GW TAKUT KUCING! Puas? Silahkan tertawa, anda bebas melakukanya. Lihat saja nanti malam akan ada yang menemani anda sekalian tidur. Jangan kaget!

Dulu, pas jamanya gw takut sama kucing DAN anjing, gw sama takut banget sama yang namanya keluar dari rumah jauh-jauh. Tapi, di suatu sore yang cerah, damai, indah dan adem-ayem itu, tiba-tiba, gak ada angin, gak ada hujan, gak ada kentut, nyokap gw nyuruh nganterin makanan ke rumah temennya yang satu komplek sama gw tapi agak jauh. Awalnya gw menolak dengan halus (baca: ngomel), tapi karena saya baik hati dan ramah *padahal speechless gara-gara dipelototin* akhirnya gw berangkat sambil pake sepeda.

Semua berjalan dengan lancar. Saya sampai ke rumah teman nyokap dengan selamat. Yeah!

--the end.

Haha, enggak the end kok. Just kidding. Emang berangkat kesananya lancar. Tapi pas pulangnya saya bertemu dengan kucing! Bagi orang normal, mungkin terkesan biasa saja. Tapi bagi saya yang dulu yang sangat takut pada kucing, itu adalah MUSIBAH, kawan! Sang kucing yang imut itu bagi gw kayak monster berwajah menyeramkan yang bersimbah darah! Dengan berani, gw melewati kucing itu. Pas udah ngelewatin, rasanya tuh seperti surga dunia! Ya, saya merasa seperti memenangkan Fifa Cup! Memenagkan Uber Cup! Memenagkan makan Mie Cup! *ditonjok*

Ehm. Back to the story. Ternyata, kenyataan tak semulus imajinasi. Sang kucing biadab ngikutin gw! Otomatis, gw mengayuh dengan kencang sepeda gw. Tetep aja sang meong mengikuti. Emangnya gw kayak ikan asin yang lezat banget apa yah?

Setelah saat itu, gw jadi takut ke daerah itu lagi.

Tapi tenang aja. Sejak mendinginkan kepala gw sampe beku, gw berpikir, "apa yang harus gw takutin sama kucing? Toh, dia enggak ngapa-ngapain gw". Sejak itu, gw mulai berani sama kucing. Sekarang? Oh, now I'm a cat person.

Cerita kedua. Waktu kecil, gw sama tetangga gw pernah melihara kucing bareng-bareng. Kita minta dari Ibu-Ibu yang kucingnya banyak banget. Setelah mendiskusikan nama sang kucing putih, dari "Meong", "Putih", "Doraemon" sampe "Pusss", sang 'bos' (note:BUKAN GUE!) memutuskan nama si kucing adalah Keming. Ya, Keming. Entah dari kata mana nama itu berasal.

Setiap hari, rasanya hari-hari terasa cerah bersama Keming. Main sepeda bareng, main bareng, mandi bareng...wait. Yang terakhir kagak. Tapi, suatu hari, pas liburan kita nitip Keming ke tetangga yang suka kucing, tapi, pas pulang, Keming hilang! Katanya sih, pembantunya tuh lupa nutup pintu, jadinya Keming bisa kabur. Yah, memang alam liar lebih cocok buat Keming. Take care, my little friend *hiks*

*Btw, gw denger dari tetangga gw Keming kelindes mobil gak jauh dari rumah itu. Keming, memang nasibmu malang. Saya ralat kata-kata saya tadi. Keming, kamu tidak cocok di alam liar.

Foto Buku Angakatan Berujung Gila

Hari Sabtu kemarin, baru aja kelas gw foto buat buku angkatan dengan tema "Paparazi". Kita disuruh ngumpul di sekolah jam 12 dan tempat fotonya di Teras Kota, mall yang sumpah deket abis sama rumah gw, mungkin naik sepeda kesana nyampe kali. Tapi, karena gw baik hati, ramah dan tidak sombong *uhuk uhuk* nyokap gw ikut "nyumbang" mobil buat bakal nganterin anak-anak kesana.

Yah, yang namanya kelas 9.4, pada telat semua. Jam 12.30, baru tiga mobil yang berangkat. Sedangkan satu mobil tinggal buat nunggu anak-anak yang telat. Di perjalanan, mobil gw sama mobil Gana iring-iringan soalnya bokapnya Gana gak tau Teras Kota dimana, dan kalo mobil kita berjumpa (ceilah, bahasanya) di tengah jalan, langsung deh alay mode on. Kayak anak gak pernah ketemu 1000000 tahun, dengan noraknya kita melambaikan tangan, sok-sok ngobrol, dll. Mungkin aja para penumpang mobil di belakang kita ngangep kita gerombolan anak baru keluar dari RSJ, but I don't care hehe.

Sesampainya disana, anak-anak langsung ngumpul di belakang Teras Kota, tapi karena gw ada panggilan pekerjaan (baca: nungguin 2 anak telat di depan Teras Kota) gw tetep didepan dan dengan ikhlas *hiks* menghabiskan pulsa saya yang berharga demi menelphon anak-anak itu. Akhirnya, satu anak (baca: Dianita) dateng. Awalnya mau gw suruh langsung ke tempat kumpul aja, tapi gw bete nungguin satu anak lagi, jadinya gw minta dia nemenin gw nungguin anak telat #2. Gak lama, anak telat #3 dateng. Sumpah, dari tadi anak telat #3 SMS gw, gak percaya kalo fotonya di Teras Kota, udah gw bilang di Teras Kota, gak percayaan. Haduh. Akhirnya, sang anak telat #3 (baca: Eyang Yoga) dateng. Fiuh, my job is done here.

Setelah menunggu sampai jam 3, saya ulangi, MENUNGGU SAMPAI JAM 3 (note: kita nyampe Teras Kota jam 1.30) akhirnya sesi foto dimulai. Awalnya foto kelompok dulu. Kelompok gw tuh ada gw, Dianita, Gana, Yoga sama Dhimas. Kumpulan anak autis. Kita ketemu tempat foto di pinggir Teras Kota, di beranda restoran gitu. Awal-awal, kita foto bareng-bareng dulu. Pas mau foto, si Dhimas mau foto kita, semua anak sudah bergaya. Sudah mantep akan pose. Pas Dhimas mau jalan ke depan...

GEDUBRAK!

Dengan ajaibnya, pemirsa! Sang Dhimas terjatuh terpeleset dengan suara yang menakjubkan! Padahal, di sekitar dia jatuh tuh gak ada sesuatu barang yang dapat mengakibatkan jatuh terpeleset dengan suara yang membahana seperti itu! Bukankah itu ajaib?! Apakah ini keajaiban dunia yang baru, pemirsa?!

...Ternyata hanya karena sepatunya yang tadi di semir terlalu lebay itu licin. Cih, gak seru.

Sehabis foto kelompok, kita foto sendiri-sendiri. Fotonya kayak candid gitu, gak sadar kalo kita di foto. Eh? Foto gw gimana? Demi masa depan saya, lebih baik saya diam. Kenapa? Don't ask. Aib. Sumpah bagi gw foto gw tuh aib. Dan jangan tanya gimana posenya. Jangan tanya. Atau saya akan menghantuimu 40 hari 40 malam. Bersiaplah!

Oke, back to the topic. Setelah selesai foto kelas, foto sendiri, anak-anak pada bubar. Kalo gw sih dijemput bokap sekalian makan disana. Kita tuh baru selesai jam 7, dan itu sangat mencapekan sekali. Sangat. Gw aja gak sadar pas pulang udah molor aja.

New Blog

Yep. This is my new blog.

Blog gw yang lama udah enggak aktif lagi. Soalnya gw pengen ada "new start", seiringan gw mau lulus SMP. Gw akan coba enggak menelantarkan blog ini, jadi, wish me luck!

Gw sengaja enggak back-up apapun dari blog gw yang lama, jadi kesannya gw bakal mulai dari "zero".

For your note, blog lama gw tuh di www.yuumee.blogspot.com

Oke, gw mulai dari asal usul nama blog ini. "simple story" gw ambil karena gw bakal nulis tentan cerita-cerita kehidupan gw yang bisa dibilang simpel, tapi bermakna buat gw. Cerita yang enggak berlebihan (well, mungkin bisa berlebihan, tapi tidak terlalu berlebihan). Simpel, to the point, dan bermakna. Yup. Alasan lain sih, nama itu yang keluar di kepala gw pas mikir nama apa yang cocok buat blog ini.

Kalo untuk alamat webnya, www.fuwafuwastory.blogspot.com, "fuwa fuwa" itu bahasa jepang, artinya "light and airy" atau mungkin bisa diartikan sebagai empuk, lembut, dan ringan. Jadi maksudnya cerita yang ada di blog ini cerita ringan yang dapat dinikmati^^

Oke, akhir kata. I'll be delighted if you follow my new blog. And for my previous blog followers, please follow this blog too, thank you very much! Enjoy my posts, alright?